Showing posts with label Arsitektural. Show all posts
Showing posts with label Arsitektural. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

Liputan Puzzle House di Griya Unik

Salah satu proyek yang selesai di tahun 2011 ini adalah puzzle house yang terletak di Jakarta Barat, tepatnya di kawasan perumahan greenville. Karena desainnya yang unik, karya dari arsitek muda Yu Sing ini diliput oleh Griya Unik dari TransTV yang sudah tayang pada bulan September 2011 kemarin. Umumnya yang ikut dalam syuting biasanya adalah pemilik rumah dan sang arsitek, namun karena Yu Sing berhalangan hadir akhirnya didaulatlah saya mewakili Yu Sing. Dan hasilnya seperti yang saya perkirakan, demam panggung, hehehe maklum saja memang tidak berbakat jadi selebriti.

Tapi lumayanlah saya bisa nampang di televisi walaupun durasinya hanya beberapa detik saja, dan ada beberapa rekan dan kolega yang menepon saya saat acaranya sedang tayang. Hanya saja saya tidak menyangka ternyata proses syuting itu sangat melelahkan. Untuk acara durasi setengah jam saja, proses syuting-nya berlangsung hampir satu harian dan rasanya lebih cape daripada bekerja, gak heran pendapatan artis tuh gede-gede yah kerjanya juga cape soalnya.

Berikut beberapa foto-foto selama proses syuting Puzzle House untuk Griya Unik TransTV.


Wednesday, April 6, 2011

Small Office Home Office

Menyambung tulisan saya mengenai rumah kantor, tulisan saya kali ini akan menampilkan desain dari rumah kantor (small office home office) untuk saya pribadi. Kebetulan saya mendapatkan tanah hoek menghadap ke timur dan utara. Dua muka pada tanah ini memungkinkan bagi saya membuat rumah kantor dimana akses masuknya terpisah, sehingga akses untuk usaha dan akses untuk pribadi tidak bersinggungan. Sehingga profesionalitas usaha bisa terjaga, namun di sisi lain tidak mengorbankan kenyamanan dari sebuah hunian rumah.

Rumah kantor ini didesain dengan gaya kontemporer, dibuat sehemat mungkin dari segi struktur dengan grid-nya yang teratur (nge-box) dengan bentangan kolom ke kolom diusahakan hanya 4m sehingga penulangan struktur untuk balok dan kolom bisa sehemat mungkin. Area kantor untuk dindingnya direncanakan menggunakan material batako yang di ekspos (tanpa plester dan acian) dan lantainya menggunakan acian semen saja sebagai finishingnya. Hanya area rumah saja terutama pada bagian kamar tidur yang di plester-aci dan di finished menggunakan cat tembok.

Pada bagian facade, agar tetap terlihat menarik namun murah (biaya tetap menjadi pertimbangan) saya menggunakan listplank GRC bertekstur kayu yang di finishedpelitur saja (tipuan mata karena dana terbatas) dengan permainan camprot dan acian halus pada dinding sebagai permainan tekstur bangunan. Untuk mengakali biaya, saya juga mengurangi luasan bangunannya dengan membuat taman pada bagian samping hingga belakang rumah, yang berfungsi juga sebagai crossed ventilation. Sehingga saat siang udara segar tetap mengalir supaya mengurangi penggunaan pendingin ruangan (AC), lagi-lagi untuk penghematan kedepannya :).

Untuk atap saya menggunakan material zincalume untuk meringankan strukturnya dan mengurangi penggunaan rangka atapnya. Kemiringannya pun bisa dibuat ekstrim sehingga lebih mengurangi biaya lagi. Namun material ini kekurangannya agak berisik saat hujan, sehingga untuk mengakalinya saya menggunakan glasswool yang agak tebal sebagai peredam suara dan mengurangi radiasi panas saat siang hari.
Target saya rumah kantor (small office home office) ini bisa selesai di bulan Juni sehingga saat anak pertama saya lahir kami sudah menempati rumah baru milik kami sendiri. Selamat bangun rumah!
Artikel di ambil dari official Blog Bangun Rumah : http://blog.bangunrumah.co.id/2011/04/small-office-home-office/

Tuesday, December 14, 2010

Puzzle House

facade puzzle house
Perkenalan saya dengan Yu Sing, salah satu arsitek muda Indonesia yang namanya cukup diakui bahkan masuk ke dalam 50 besar arsitek Indonesia, adalah dari proyek Puzzle House ini. Rumah experimental karya Yu Sing ini merupakan tantangan tersulit yang pernah saya kerjakan selama karir saya sebagai kontraktor. Dengan desainnya yang banyak mengekspos struktur, sehingga pada saat pembuatan bekisting benar-benar harus rapi dan proses pengecoranpun harus diperhatikan dengan benar agar bisa menghasilkan beton yang rapi. Ditambah dengan lantai yang split level dan request dari pemilik yang elevasi lantai dan jumlah tangga harus benar-benar presisi karena terkait dengan fengshui, sehingga benar-benar menuntut ketelitian yang tinggi agar kesalahan bisa diminimalkan (saya tidak berani bilang pekerjaan tim saya benar-benar sempurna tanpa cacat, tapi sebisa mungkin sesuai dengan harapan dari pemilik rumah dan Yu Sing selaku arsiteknya).

grassblock sebagai dinding
Rumah ini menggunakan grassblock untuk material facade-nya dan pada setiap lobang grassblock yang berjumlah lebih dari 3000 lobang dipasang kaca 4mm berukuran 4 x 4 cm dikombinasikan dengan kawat nyamuk sebagai sirkulasi udaranya (kelihatannya mudah tapi rumit dalam pengerjaannya). Pada awalnya ada kekuatiran apakah grassblock yang biasanya digunakan untuk penutup carport kuat menahan beban vertikal dan harus menngunakan material apa sebagai perekatnya, namun setelah diujicobakan pada satu modulnya, hasilnya cukup memuaskan, bahkan bahan perekatnya yang berwarna putih memberikan tampilan seperti jahitan pada facade-nya yang didominasi warna abu-abu beton. Untuk rangka modul-modulnya digunakan material baja, kombinasi antara IWF sebagai kolom penahannya dan besi siku sebagai frame dari modulnya.


bronjong besi dan batu
Desain Yu Sing untuk rumah ini juga banyak mengaplikasikan material bekas (limbah) yang mungkin dianggap orang nyeleneh tetapi apabila diterapkan menghasilkan suatu karya seni yang menambah keindahan dan keunikan puzzle house ini, salah satunya adalah penggunaan botol bekas bir yang dimasukkan kedalam bronjong besi (pada gambar sebelah baru bronjong-nya saja, botol birnya belum disusun).Ada juga bagian dinding yang dipasang genteng bekas yang disusun menerus dari dinding teras sampai ke taman bagian tengah. Mungkin gambar pada saat puzzle house ini sudah selesai yang bisa berbicara lebih banyak, namun untuk saat ini baru 3 gambar yang saya pajang, sisanya masih surprise.

Selamat bangun rumah!

Wednesday, November 24, 2010

Cubic House

facade
Salah satu proyek rumah tinggal yang sedang memasuki tahap finishing, yang sedang saya tangani adalah cubic house yang terletak di perumahan Alam Sutra-Serpong Tangerang. 

Rumah untuk pasangan muda dengan seorang anak yang masih balita ini di desain dengan memiliki taman di bagian samping rumah yang menerus dari bagian depan hingga belakang. Dengan satu outdoor dining untuk acara keluarga, seperti pesta ulang tahun dan kumpul-kumpul keluarga.

area taman
Cubic house ini berdiri di atas lahan seluas 235m2 terdiri dari 5+1 KT, 3+1 KM, dapur, gudang, ruang makan, dan ruang keluarga di lantai dasar dan lantai atas. Kamar tidur utama menggunakan lantai parquette, sedangkan ruangan lainnya menggunakan keramik. Kusen-kusen menggunakan alumunium dengan daun pintu kombinasi solid dan double teakwood.

Rumah ini direncanakan selesai pada akhir bulan November ini ataupun apabila ada perubahan-perubahan minor maka akan selesai diawal bulan Desember tahun 2010 ini. Beberapa foto dari proses finishing (setelah selesai akan di update).





Artikel lanjutan dapat dibaca di http://blog.bangunrumah.co.id/2011/02/cubic-house/ dan http://bangunrumah.co.id/projdetail.php?id=28, untuk gallery foto bisa di lihat di www.facebook.com/almegakaryajaya

Selamat bangun rumah!

Sunday, October 31, 2010

Book Launching: 50 Indonesian Architects Emergings

Buku 50 Indonesia Architects Emergings
Tanggal 28 Oktober 2010 yang lalu, saya menghadiri undangan peluncuran buku karya Imelda Akmal, yang di adakan di Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan. Saya diundang oleh Yu Sing (Genesis), arsitek muda dari Bandung, yang beberapa rumah tinggal hasil desainnya dikerjakan oleh saya.

Walaupun saya datang terlambat 1 jam dikarenakan macet yang lumayan parah dan juga diperparah karena hujan mulai mengguyur kota Jakarta ini, saya masih sempat melihat Yori Antar sebagai pembicara pada acara ini.


Yori Antar menerima buku sebagai bentuk penghargaan
Cukup menyenangkan melihat banyak arsitek-arsitek terkenal berkumpul di dalam 1 ruangan, dan bukan hanya dari Jakarta saja, karena ternyata salah satu arsitek terkenal kenalan saya dari Surabaya juga datang yaitu Enoch Muljono (Das Quadrat), karena bersama partnernya merupaka salah satu arsitek yang masuk di dalam buku ini. Beberapa arsitek yang terlihat, antara lain: Yori Antar (speaker), Ridwan Kamil (dari Urbane, Bandung), Enoch Muljono dan Aditya Tan (dari Das Quadrat, Surabaya), Yu Sing (Genesis, Bandung), Wilis Kusuma, dan banyak lagi.

Dalam buku ini mengupas arsitek-arsitek Indonesia dari segala angkatan yang dinilai telah memberikan sumbangsih bagi ranah arsitektural Indonesia, latar belakang pendidikan mereka, pencapaian yang telah mereka raih, dan beberapa hasil karya mereka ditampilkan di buku ini. Semoga dengan keluarnya buku ini semakin memacu kreativitas para arsitek muda dengan berkolaborasi dengan para kontraktor yang kompeten, sehingga bisa menghasilkan bangunan-bangunan, yang bukan hanya bermutu tinggi dan indah saja, tetapi juga efisien, ramah lingkungan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Sunday, October 24, 2010

Rumah minimalis bojong

rumah minimalis bojong
Rumah bernuansa minimalis ini didesain untuk keluarga Bapak Hendriansyah, sebuah keluarga kecil dengan 1 balita. Rumah yang berlokasi di Bojong ini didesain untuk mengakomodir kebutuhan akan rumah tinggal yang nyaman serta terhindar dari banjir yang kerap kali menyerang setiap kali musim hujan.

Rumah ini terdiri dari 1 kamar tidur utama dengan kamar mandi dalam yang terletak pada lantai 2 dengan jendela menghadap ke jalan, 2 kamar tidur anak yang menghadap taman bagian tengah, serta kamar mandi dengan bukaan ke taman belakang.

Rumah kecil tapi asri ini memiliki carport untuk 1 buah mobil, dapur bersih dan dapur kotor, 1 kamar tidur pembantu dan 1 kamar mandi pembantu. Dengan pemilihan warna putih dan abu-abu dengan warna hijau olive sebagai aksen pada bagian facadenya. Untuk mempercantik bagian facade, dinding ada yang di finish camprot dan halus untuk mempercantik tekstur bangunan. Bangunan selesai dalam waktu 6 bulan.



rumah minimalis bojong

rumah minimalis bojong

rumah minimalis bojong


bagian interior

bagian interior

bagian interior

bagian interior

bagian interior dapur
Foto bersama pemilik rumah

Saturday, July 3, 2010

Indobuildtech 2010

Indobuildtech tahun 2010 ini cukup banyak dimeriahkan oleh berbagai vendor, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Walaupun tidak banyak teknologi baru yang dapat ditemui pada pameran kali ini, hanya sebatas produk-produk baru saja. Contohnya adalah model-model keramik baru yang dikeluarkan oleh produsen-produsen keramik.

Namun ada beberapa hal baru menarik yang saya temui pada pameran kali ini, contohnya Phillip sebagai produsen lampu pada tahun ini mengeluarkan berbagai macam model armatur yang saya pikir sangat bagus untuk bisa diaplikasikan pada rumah yang mungkin sekarang Anda sedang bangun. Kemudian ada juga salah satu merk sanitary GB (German Brilliant) yang produk keran-kerannya beberapa kali saya gunakan untuk beberapa proyek rumah yang saya bangun, pada tahun ini mulai mengembangkan variasi produknya. Salah satu produk yang menarik perhatian saya adalah sink dan floor drain yang didesain sangat modern dan dapat diterapkan untuk rumah-rumah mewah kelas atas. Sayang sekali saya tidak mengambil fotonya. 

Salah satu vendor yang kali ini melewatinya adalah vendor sanitary TOTO, sebenarnya sangat disayangkan karena saya ingin melihat produk-produk baru TOTO untuk beberapa proyek rumah yang sedang saya garap.

Sebenarnya saya datang ke pameran kali ini saya menemani klien saya untuk melihat beberapa produk yang bisa di aplikasikan untuk finishing rumahnya yang untuk desainnya dikerjakan oleh salah seorang arsitek muda yang sedang naik daun, Yu Sing. Saya cukup mengagumi karya-karyanya yang banyak menggunakan material daur ulang, yang berusaha go green. Jadi walaupun beberapa proyeknya adalah rumah non rumah murah, tetapi Yu Sing banyak berfokus pada desain rumah murah sehingga banyak membantu orang yang memiliki keinginan untuk memiliki rumah yang indah dan nyaman walaupun dengan budget yang terbatas. Dan itu sangat sejalan dengan visi dari saya dan team bangun rumah. Saya bersyukur bisa bekerja sama untuk beberapa proyek yang ditangani oleh Yu Sing, dan ke depannya semoga lebih banyak arsitek muda yang memiliki jiwa seperti Yu Sing yang bukan hanya memikirkan profit semata tetapi juga pengabdian kepada masyarakat.

Wednesday, May 5, 2010

Renovasi Rumah Keluarga Latumeten, Radio Dalam (Update)

Sekitar bulan Oktober tahun 2008, salah seorang pembaca blog saya yaitu Ibu Patricia K. Latumeten menghubungi saya via email untuk merenovasi rumah keluarganya yang kondisinya memang sudah perlu direnovasi (dibangun pada tahun '70-an, bila tidak salah ingat). Saat itu beliau sedang berada diluar negeri, mengikuti suaminya yang memang WNA sehingga perkenalan dan konsultasi desain hanya melalui email saja. Setelah proses desain (desain arsitektur dilakukan oleh associates architect saya yaitu Bevilia, MT) dan kontrak ditandatangani pada Desember 2008, maka proses pembangunan berlangsung hingga bulan Mei 2009, mengalami keterlambatan 2 bulan dari yang direncanakan dikarenakan ada perbedaan dalam data awal rumah yang dimiliki. Karena setelah dilakukan proses pengerjaan baru diketahui ternyata bangunan tidak memiliki pondasi dan kolom struktur (karena memang bangunan tua) sehingga perlu ada re-desain sedikit untuk strukturnya.

Renovasi bangunan meliputi penggantian atap lama dengan atap baru (begitu juga posisinya berubah), menambah mezzanine (sebagai ruang belajar dan berkumpul), perubahan facade, penambahan ruangan (kamar tidur dan kamar mandi) serta pembuatan kitchen set. Berikut foto-foto hasil renovasinya:


Catatan: review lebih lengkap mengenai rumah keluarga Latumeten dapat dilihat pada tabloid RUMAH Edisi 192-VIII

Friday, January 29, 2010

Desain rumah murah sebagai bentuk pengabdian profesi

Mendesain dan membangun rumah tinggal bagi seorang arsitek-kontraktor, harus memenuhi tiga aspek dasar, yaitu aman, nyaman, dan indah. Mendesain dan membangun rumah bagi saya dan rekan-rekan merupakan suatu pekerjaan seni, dimana kepuasan bukan hanya di nkmati oleh pemilik rumah saja melainkan juga oleh kami. Ada suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri pada saat desain berhasil diwujudkan sesuai dengan karakter dan kebutuhan dari pemilik rumah dan dengan bentuk dan kualitas yang berbeda (tentunya lebih baik) dari yang telah ada. Oleh karena totalitas bekerja dari profesi kami ini, sering kali kami tidak bisa menerima setiap job atau klien yang datang kepada kami, karena satu alasan utama yaitu masalah biaya.

Blog bangun rumah ini saya mulai 3 tahun yang lalu dengan tujuan sebagai dedikasi profesi saya kepada masyarakat yang mungkin tidak bisa memakai jasa saya karena terbentur masalah budget, sehingga saya hanya bisa menulis pengalaman-pengalaman saya dan tips dalam membangun rumah secara obyektif, dengan harapan masyarakat dapat memiliki rumah sesuai dengan yang di impikan namun dengan dana yang sudah dianggarkan dan terhindar dari kesalahan-kesalahan di lapangan.

Namun, saya dan rekan-rekan mulai berpikir kalau itu saja tidaklah cukup. Kami tergugah untuk bisa memberikan desain yang aman, nyaman, dan indah, namun dengan harga yang tetap terjangkau, karena seharusnya semua kalangan dapat memiliki rumah yang aman, nyaman dan indah. Oleh karena itulah mulai tahun ini, saya dan rekan-rekan berusaha memberikan pelayanan lebih bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah yang nyaman dengan budget terbatas, dengan batasan tertentu pastinya, dan kami membatasi hanya 2 saja perbulannya.

Bila Anda ingin membangun rumah, namun memiliki keterbatasan biaya, kami siap membantu mendesainnya. Syarat:
  1. Bangunan rumah tinggal dengan luas bangunan maksimal 100m2 (bisa 1 lantai atau 2 lantai)
  2. Konsultasi hanya melalui email (karena tidak akan menutup biaya operasional bila harus tatap muka)
  3. Gambar yang diberikan adalah: denah, tampak, potongan memanjang, potongan melintang, denah pola lantai, denah pola plafond, denah elektrikal, denah plumbing, denah kusen, detil kusen, detil kamar mandi, gambar struktur, dan RAB
  4. Biaya Rp 3.000.000,00

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi saya di teky@bangunrumah.info.

Saturday, January 2, 2010

Proyek Rumah Tinggal Kidang Pinanjung-Bandung


Tidak terasa kita sudah memasuki tahun 2010, untuk mengawali tulisan di blog bangun rumah pada tahun ini, saya sengaja memasukkan portofolio salah satu proyek yang sudah selesai pada akhir tahun 2009 yaitu proyek renovasi rumah tinggal dari satu lantai menjadi 2 lantai di Kota Baru Parahyangan-Bandung.

Proyek renovasi rumah tinggal ini merupakan salah satu proyek yang dikerjakan oleh Swandi+Widjaja pada tahun 2008-2009, tepatnya dari bulan Desember 2008 dan diserahterimakan pada awal Oktober 2009. Proyek ini memiliki beberapa kesulitan pada saat pengerjaannya, yang pertama: rumah tinggal satu lantai yang baru serah terima dari tangan pengembang kepada pemilik tidak boleh mengubah bentuk atap (dari tampak muka tidak boleh terlihat bangunan 2 lantai), kedua adalah saat pengerjaan pondasinya karena tidak memungkinkan menggunakan pondasi pancang karena mobilisasi hammernya tidak dimungkinkan, ketiga adalah waktu pengerjaannya yang cukup sempit (bila proyek bangun rumah baru akan lebih mudah dalam pengaturannya) karena harus mengejar waktu untuk ditempati pada bulan oktober 2009.

Selamat bangun rumah!



53364dbf


Thursday, May 7, 2009

Bangun Rumah Minimalis, Sunter



Salah satu proyek yang sedang kami (Swandi+Widjaja architecture | interior | construction) tangani adalah proyek bangun rumah (mulai dari desain arsitektural tentunya) yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara. Klien kami merupakan pasangan suami istri muda dengan seorang anak balita, yang sedang naik kariernya (sama seperti sebagian klien yang sedang ataupun pernah kami tangani), menginginkan sebuah rumah tinggal 2 lantai dengan desain minimalis dan dengan budget yang cukup terbatas (400juta dengan luas maksimum 150m2). Pada awalnya agak sulit mengolahnya dikarenakan berapa pembatasan yang di lakukan oleh owner, namun pada akhirnya owner memberikan kebebasan kepada kami untuk berkreasi sehingga menghasilkan desain seperti di bawah ini, dengan tetap berpegang pada “mandat” budget yang terbatas.



Rumah dua lantai ini berdiri pada lahan seluas 180m2, berbentuk trapezium melebar di belakang (hoki kalau menurut fengshui) terdiri dari 1 Kamar Tidur uatama dengan walking closet dan kamar mandi dalam, dua Kamar Tidur anak, dapur, ruang makan, ruang keluarga, teras merangkap ruang tamu, ruang service, kamar tidur pembantu serta kamar mandi tamu/pembantu.

Salah satu hal yan membuat saya dan rekan menyukai project ini adalah klien kami sangat aware dengan value dari rumahnya, beliau memiliki pandangan bahwa rumah adalah aset, sehingga walaupun kecil (LT/LB 180/150) beliau menginginkan rumahnya di desain dengan baik sehingga nilainya akan menjadi tinggi, dan hal ini sangat jarang kami temui pada klien-klien kami yang lain. Hal ini sangat sejalan dengan visi kami yang berusaha menciptakan value pada setiap rumah yang kami desain sehingga rumah benar-benar menjadi aset yang berharga.

Untuk project berikutnya, kebetulan ada calon klien yang hendak membangun rumah di atas lahan 4x27 m2, dan ini adalah sungguh suatu project yang menantang dari segi desain, bagaimana menciptakan suatu rumah tinggal yang nyaman, indah dan memiliki value (harga jual kembali) yang lebih. Harapan saya makin banyak owner yang aware akan value desain suatu rumah walaupun ukuran tanahnya kecil dan budget terbatas.

Selamat bangun rumah! 

Artikel ini dapat di baca juga di official blog Bangun Rumah

Friday, January 25, 2008

rumah sebagai habitat yang membangun kehidupan positif

saat kita membangun sebuah bangunan, apapun itu...pada dasarnya kita sedang menuangkan sesuatu pada bangunan tersebut. pemikiran umum yang kita temui dalam setiap penghuni sebuah bangunan seringkali adalah bangunan tersebut sebatas memiliki makna shelter...padahal sebuah bangunan memiliki value yang lebih dari sekedar shelter, jika kita memiliki kesadaran untuk menciptakan "shelter" tersebut dengan menambahkan value2 lainnya.
sebuah contoh yang umum adalah sebuah rumah... tidak banyak dari masyarakat kita yang benar2 menyadari betapa pentingnya sebuah disain rumah.
rumah yang di rancang dengan memasukan nilai2 tertentu akan menghasilkan rumah "plus" karena kondisi didalam maupun diluar rumah tersebut digubah sedemikian rupa agar menghasilkan dan mengarahkan penghuni atau pemakai rumah tersebut untuk menlakukan suatu pola sosial tertentu, kebiasaan hidup tertentu, kesan tertentu, bahkan menghasilkan suatu dampak psikologis tertentu.
bayangkan bila anda tinggal dalam suatu rumah yang berantakan...maka akan terbangun suatu sensasi stress bagi orang yang beraktivitas di dalamnya. namun jika rumah tersebut di rancang sedemikian rupa sehingga terlihat rapi, dan "menuntut" suatu kesan agar rumah tersebut lebih dijaga dalam kondisi bersih...maka kesan yang dihasilkan akan lebih positif, lebih membangun kehidupan yang positif.
jadi...adalah bijak jika kita tidak sembarangan dalam mendisain rumah atau bangunan kita, karena setiap bangunan memiliki value tersendiri di dalamnya, sesuai dengan fungsinya...dan tentu saja ditentukan dari value apa saja yang ingin kita tanamkan...semoga bermanfaat....