Showing posts with label Konstruksi kayu. Show all posts
Showing posts with label Konstruksi kayu. Show all posts

Sunday, February 10, 2013

Konstruksi Kayu




Konstruksi Kayu

Konstruksi Kayu

Kayu adalah produk alami yang menampakkan berbagai variasi dalam segi kualitas maupun sifat.Studi perihal kayu dimulai dari sebatang pohon hidup dan dengan meneliti tahap-tahap penebangan, pengubahan dan pengeringan, kesemua ini mempersiapkan kayu sehingga dapat digunakan oleh seorang tukang kayu.

Sebatang  pohon dapat tumbuh karena mendapatkan karena mendapatkan makanan dari udara dan tanah, akar-akar rambut yang menjalar dari akar-akar yang lebih besar, menyerap larutan garam-garam mineral di dalam tanah,zat-zat tersebut terdapat dalam air yang diisap oleh akar-akar.

Jika sebatang katu gelondongan tiba ditempat penggergajian ia digergaji dijadikkan papan-papan berbagai ukuran, proses penggergajian kayu seperti ini dinamakan konversi kayu. Cara penggergaji kayu gelondongan seperti ini merupakan halsangat penting, kayu berharga pun bisa menjadi  sia-sia bila penggergajiannya dilakukan secara sembarangan.

PENGERINGAN KAYU

Pengeringan/ Konstruksi Kayu
Pengeringan kayu merupakan hal yang  sangat tidak baik dilakukan secara efesien, pengeringan yang tidak baik dapat merusak setiap kayu.

Tujuan pengeringan adalah:
-    Untuk memperkecil kadar lengas dalam kayu.
-    Untuk mencegah serangan terhadap kayu oleh jamur dan serangga-serangga penggerek kayu.
-    Utuk meningkatkan kekuatan kayu dan agar lebih mudah dikerjakan.

Pada umumnya adalah lebih baik kadar air dalam kayu secepatnya dikurangi sampai persentasi yang tepat dan agar kayu tidak menjadi rusak selama proses terseburt. Apabila kurang berhati-hati kerusakan pada kayu dapat terjadi dalam bentuk belah-belah,retak-retak dan lentikan-lentikan.

Dua cara pengeringan yang paling lazim adalah secara alami atau oleh udara dan pengeringan dalam tungku-tumgku pengering, seringkali kedua cara ini digabung, terlebih dulu kayu melalui periode pengeringan oleh udara dilanjutkan tidak berapa lama oleh pengeringan dalam tungku-tungku pengering.

Pengeringan secara alami

pengeringan alami atau oleh udara berlangsung relatif lamban karena hal tersebut tergantung dari udara yang dipanaskan oleh matahari dan disirkulasikan di sekeliling dan di sel-sel susunan kayu oleh hembusan angin, cara ini merupakan metode pengeringan yang murah.

Hal yang menguntungkan dari pengeringan oleh udara adalah bahwa hal tersebut tergolong murah, tidak memerlukan perlengkapkan yang mahal , dan begitu tumpukan sudah disusun dapat tinggalkan tanpa seorang operatorpun.Kelemahannya adalah bahwa laju penguapan tergantung dari kondisi cuaca , prosesnya  berjalan lamban dan untuk menggunakannya sebagai bahan interior kayu tersebut harus dikeringkan lebih lanjut.

Cara Pengeringan Secara Alami


Pengeringan Buatan  dalam Tungku Pengeringan

Tungku pengering dibuat dari batu bata dan dipanaskan oleh pipa-pipa yang berisi  air panas atau uap, pipa pemanas dipasang di bagian bawah ruangan sehinggah udara panas dapat naik melalui tumpukan kayu. Pengeringan alami tungku pengeringan  secara alami, kayu-kayu lunak setebal 50 mm, yang telah dikeringkan hinggah kadar  lengas 20% melalui  pengeringan alami , dapat dikeringkan lagi dalam tungku pengering hinggah kadar lengas 11% dalam waktu satu hingga empat minggu .Kayu-kayu keras dalam keadaan basah lengas 11% dalam waktu tiga hingga dua belas minggu.

Keuntungan pengering dalam tungku pengering adlah jumlah panas dan kelembaban dapat dikontrol, sirkulasi udara berlangsung secara merata, kayu dikeringkan dengan cepat,kayu dapat dikeringkan sampai kadar yang dikehendaki.

Kelemahannya adalah pengeringan cara ini adalah lebih mahal dan tungku pengering  tipe biasa membutuhkan operator yang ahli.

Cara Pengeringan Kayu Oven

Anda Juga Bisa Membaca Artikel Lain Tentang Teknik Sipil :

Sumber Referensi Drs. Daryanto (Pengetahuan Teknik Bangunan)
Google Search


Wednesday, May 2, 2012

Gambar Almari Makan Sederhana

Ukuran P x L x T  ( 95 x 45 x 180 )
Konstruksi Semua panil dilindungi dengan kayu mempunyai 2 pintu buka masing - masing pintu krepyak dilengkapi dengan handle kayu gerendel kuningan  dan kunci silinder,engsel pintu jenis engsel piano kuningan
Bahan Kayu, Multiplek 1.8
Finishing Politur/Melamin/NC





Sumber : Pedoman Perencanaan dan Perancangan Bangunan SMK 2010

Thursday, October 20, 2011

Bagian bagian Atap Rangka Kayu untuk Rumah Tinggal Sederhana


Bagian-bagian   atap   terdiri   atas :
  • Kuda-kuda
  • Ikatan   angin
  • Jurai
  • Gording
  • Sagrod
  • Bubungan
  • Usuk
  • Reng
  • Penutup atap
  • dan talang
 
Gording
Gording   membagi   bentangan   atap   dalam   jarak-jarak   yang   lebih kecil pada proyeksi horisontal. Gording meneruskan beban dari penutup atap, reng, usuk, orang, beban angin, beban air hujan pada titik-titik buhul kuda-kuda.

Gording berada di atas kuda-kuda, biasanya tegak lurus dengan arah kuda-kuda. Gording menjadi tempat ikatan bagi usuk, dan posisi gording harus disesuaikan dengan panjang  usuk   yang   tersedia.
Gording harus berada di atas titik buhul kuda-kuda, sehingga bentuk kuda-kuda sebaiknya disesuaikan dengan panjang usuk yang tersedia.
Bahan- bahan untuk Gording, terbuat dari kayu, baja profil canal atau profil WF. Pada gording dari baja, gording satu dengan lainnya akan dihubungkan dengan sagrod untuk  memperkuat dan   mencegah dari terjadinya pergerakan. 
Posisi sagrod diletakkan sedemikian rupa sehingga mengurangi momen maksimal yang terjadi pada gording
Gording kayu biasanya memiliki dimensi : panjang maksimal 4 m, tinggi 12 cm dan lebar 8 cm s.d. 10 cm. Jarak antar gording kayu sekitar 1,5 s.d. 2,5   m.
Gording   dari   baja   profil   canal   (Iight   lip   channel)   umumnya   akan mempunyi dimensi; panjang satu batang sekitar 6 atau 12 meter, tinggi antara 10 s.d. 12 cm dan tebal sekitar 2,5 mm. Profil WF akan memiliki panjang 6 s.d. 12 meter, dengan tinggi sekitar 10 s.d. 12 cm dan tebal sekitar 0,5 cm.

Jurai
Pada pertemuan sudut atap terdapat batang baja atau kayu atau  framework   yang   disebut   jurai.   Jurai   dibedakan   menjadi   jurai   dalam   dan jurai luar. 
Ukuran sama dengan gording.

Sagrod
Sagrod adalah batang besi bulat  terbuat  dari tulangan polos dengan kedua ujungnya memiliki ulir dan baut sehingga posisi bisa digeser (diperpanjang/diperpendek).

Usuk/kaso  

Usuk berfungsi menerima beban dari penutup atap dan reng dan meneruskannya ke gording.   Usuk terbuat dari kayu dengan ukuran 5/7 cm dan panjang maksimal 4 m. Usuk dipasang dengan jarak 40 s.d. 50 cm antara satu dengan lainnya pada arah tegak lurus gording. Usuk akan terhubung dengan gording dengan menggunakan paku. 
Pada kondisi tertentu usuk harus dibor dahulu sebelum dipaku untuk menghindari pecah pada ujung-ujung usuk. 
 
Reng
Reng berupa batang kayu berukuran 2/3 cm atau 3/5 cm dengan panjang sekitar 3 m.
Reng menjadi tumpuan langsung penutup atap dan meneruskannya ke usuk/kaso. Pada atap   dengan penutup dari asbes, seng atau sirap reng tidak digunakan.
Reng akan digunakan pada atap dengan penutup dari genteng. Reng akan dipasang pada arah   tegak lurus   usuk   dengan   jarak   menyesuaikan   dengan   panjang   dari   penutup atapnya (genteng)

Penutup Atap  

Penutup atap adalah elemen paling luar dari struktur   atap.
Penutup atap harus mempunyai sifat kedap air, bisa mencegah terjadinya rembesan air selama kejadian hujan. Sifat tidak rembes ini diuji dengan pengujian serapan air dan rembesan.
Struktur penutup atap merupakan struktur yang langsung berhubungan dengan beban-beban   kerja   (cuaca) sehingga harus dipilih dari bahan-bahan yang kedap air,  tahan   terhadap    perubahan cuaca.
Struktur penutup yang sering digunakan antara lain;  genteng, asbes, kayu (sirap), seng, polycarbonat, plat beton, dan lain-lain.

Wednesday, September 28, 2011

Detail Konstruksi Kuda Kuda Kayu

Penggunaan rangka atap pada saat ini sudah sangat beragam mulai dari kayu, baja dan aluminium, pemilihan dan penggunaan dari masing masing material tersebut sudah tentu harus sesuai dengan peruntukan serta ketersediaan dana.
Kebanyakan masyarakat saat ini masih banyak yang menggunakan material kayu, selain mudah didapat tingkat kesulitan yang cukup rendah, dalam arti bisa dikerjakan oleh Tukang kayu lokal tidak dibutuhkan tenaga ahli.
Berikut detail Kuda Kuda Kayu yang biasa digunakan untuk bentang maksimal 7 m :

detail kuda kuda kayu ( klik untuk memperbesar )
  • Untuk bentang yang lebih besar dibutuhkan perkuatan
  • Untuk kayu yang lebih dari 3 m, maksimal 3,5 m harus dipasang sambungan dengan perkuatan
  • Semoga bermanfaat.

Tuesday, August 31, 2010

Konsep Dasar Konstruksi Kuda-Kuda sederhana untuk Rumah Tinggal

Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya.
Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang.

Untuk lebih mengenal fungsi kuda kuda kita akan uraikan sebagai berikut :
Kuda2 berfungsi untuk menerima beban dari atap yaitu :
  • Air Hujan
  • Angin
  • Genteng
  • Reng Usuk dan list-plank
  • Plafon
  • dan beban dari kuda2 itu sendiri, adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok kearah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh.
Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping akibat tekanan beban dari atas perlu dipasang balok horisontal untuk menahan kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda yaitu berupa balok tarik.
Karena lebar bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendiri kuda-kuda, maka batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan, tembok seolah olah masuk ke dalam
Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik diujung atas kaki kuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung.
Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang semakin panjang, sehingga kaki kuda-kuda yang miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan kelihatan cekung kedalam, ini tidak boleh terjadi.
Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda perlu dipasangi batang sokong/skoor dimana ujung bawah skoor memancang pada bagian bawah tiang gantung ujung atas skoor menopang bagian tengah kuda-kuda. Dengan demikian pelenturan dapat dicegah.
Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan konstruksi kuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang begitu kaku. Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu horisontal yang diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung.
Untuk detail lengkap dari kuda kuda kayu bisa dilihat disini.
Konstruksi kuda kuda kayu untuk rumah tinggal sederhana


    Sumber :Teknik Konstruksi Bangunan Gedung ( A. G Tamrin )

    Saturday, July 31, 2010

    Macam macam jenis atap rumah tinggal

    Atap merupakan bagian dari struktur bangunan yng befungsi sebagai penutup/pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunan bangunan. 
    Struktur atap pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama yaitu : struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda.
    Penutup atap akan didukung oleh struktur rangka atap, yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban-beban atap akan diteruskan ke dalam fondasi melalui kolom dan atau balok.
    Konstruksi atap yang baik memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dengan baik.
    Jenis atap berdasarkan bentuk atap :

    ATAP PELANA

    Type Atap Pelana
     ATAP LIMASAN

    Type Atap Limasan
     ATAP GERIGI

    Type Atap Gerigi
     ATAP TENDA PATAH ( JOGLO ) DENGAN SOKO GURU

    Atap Joglo - 1
      ATAP TENDA PATAH ( JOGLO ) TANPA SOKO GURU

    Atap Joglo -2

    Friday, July 30, 2010

    Mengenal bagian kusen pintu dan jendela kayu

    Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang disebut kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu memberikan penampilan yang hangat dan indah dari tampilan tekstur serat-serat kayu yang dimilikinya, mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Rangka jenis ini dapat berupa produk pabrik yang telah diselesaikan dengan pelapisan cat, pewarnaan atau masih berupa kayu asli tanpa pelapisan. 
    Kusen dari bahan logam berbeda dari kayu, kusen logam tidak terpengaruh bila basah, kusen logam ini tidak memiliki kehangatan dalam penampilan dan memberikan daya tahan yang kecil terhadap perpindahan panas. Kusen logam dapat terbuat dari alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna alami logam dapat ditutup dengan lapisan cat dan dirawat dengan baik untuk mencegah korosi.
    Ukuran penampang batang kayu untuk rangka pintu dan jendela
    adalah sebagai berikut :
     
    5/10 5/12 5/14 5/15 6/10 6/12 6/14 6/15 7/12 cm

    Bagian-Bagian kusen terdiri atas :
    1. Tiang (style).
    2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
    3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
    4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
    5. Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
    6. Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
    7. Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

    Friday, June 4, 2010

    Sambungan kayu sudut type purus dan lubang terbuka

    Type sambungan sudut PURUS DAN LUBANG TERBUKA ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah sudut. Untuk detailnya silakah lihat gambat berikut.


    Sambungan sudut purus dan lubang terbuka

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu type lidah bersponing dan alur

    Type sambungan kayu type LIDAH BERSPONING DAN ALUR ini biasa digunakan pada kayu  dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambat berikut.


    Sambungan sudut lidah bersponing dan alur 2D


    Sambungan sudut lidah bersponing dan alur 3D

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu type bersusun dengan gigi

    Type sambungan kayu BERSUSUN DENGAN GIGI ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambar berikut.


    Sambungan kayu bersusun dengan gigi

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu sudut type Takikan Lurus

    Type sambungan sudut TAKIKAN LURUS ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah menyudut. Untuk detailnya silakah lihat gambat berikut.

    Sambungan sudut takikan lurus


    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu type bersusun dengan schei

    Type sambungan kayu BERSUSUN DENGAN SCHEI ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambar berikut.


    Sambungan kayu type bersusun dengan schei

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu memanjang type lidah miring

    Type sambungan LIDAH MIRING ini biasa digunakan pada kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambat berikut.



    Sambungan lidah miring 2D

    Sambungan lidah miring 3D

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu dengan pengunci atas dan bawah

    Type sambungan kayu dengan PENGUNCI ATAS DAN BAWAH ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambar berikut.



    Sambungan kayu dengan pengunci atas dan bawah

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu dengan pengunci bawah

    Type sambungan kayu dengan PENGUNCI BAWAH ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambar berikut.



    Sambungan kayu dengan pengunci bawah

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu dengan pengunci di samping

    Type sambungan kayu dengan PENGUNCI DI SAMPING ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambar berikut.


    Sambungan kayu dengan pengunci di samping 2D


    Sambungan kayu dengan pengunci di samping 3D

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu type purus dan lobang dengan gigi tegak

    Type sambungan kayu PURUS DAN LOBANG DENGAN GIGI TEGAK ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambar berikut.

    Sambungan purus dan lobang dengan gigi tegak

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu sudut type purus dan lubang dengan spatpen

    Type sambungan sudut PURUS DAN LUBANG DENGAN SPATPEN ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah sudut. Untuk detailnya silakah lihat gambat berikut.



    Sambungan sudut type purus dan lubang dengan spatpen

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Thursday, June 3, 2010

    Sambungan kayu sudut type purus dan lobang dengan gigi garis bagi

    Type sambungan kayu PURUS DAN LOBANG DENGAN GIGI GARIS BAGI ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah sudut ( biasanya pada kuda kuda kayu ). Untuk detailnya silakah lihat gambatrberikut.

     

    Sambungan purus dan lobang dengan gigi garis bagi

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!

    Sambungan kayu type Takikan Lurus rangkap

    Type sambungan TAKIKAN LURUS RANGKAP ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambat berikut.


    Sambungan takikan lurus rangkap 2D


    Sambungan takikan lurus rangkap 3D

    Semoga Bermanfaat..!
    Terima kasih...!